Sabtu, 22 Februari 2014

kumpulan olahraga

sepak takraw olahraga

Ukuran Lapangan Sepak Takraw. Anda seorang yang gemar bermain sepak takraw, berikut ini akan dijelaskan mengenai sejarah, ukuran lapangan, jumlah pemain dan peraturan dalam bermain sepak takraw buat anda.
Permainan sepaktakraw sangat digemari masyarakat di beberapa daerah Indonesia antara lain di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Khususnya di Sulawesi Selatan, sepak raga disebut meraga/Maddaga dalam bahasa Bugis yang diambil dari kata siraga-raga yang berarti saling menghibur.
Permainan sepakraga dapat dimainkan kapan saja sebagai pengisi waktu luang. Juga merupakan salah satu acara yang senantiasa diadakan untuk upacara-upacara resmi kerajaan, misalnya pelantikan seorang raja, memeriahkan suatu pesta keramaian keluarga, pesta panen, atraksi untuk menyambut tamu-tamu agung.
Dilihat dari latar sosial budaya, permainan ini termasuk jenis permainan rakyat, perpaduan unsur olahraga dan seni yang pasti yang memainkannya dibutuhkan kecekatan dan kelincahan. Kalau si pemain dapat melakukan dengan mahir, maka menimbulkan suasana senang dan gembira baik yang memainkan maupun yang menyaksikan.
Sepakraga dijadikan sebagia proses komunikasi antara remaja, baik ikut langsung bermain maupun hanya sebagai penonton. Namun permainan ini sifatnya juga penuh persaingan, karena masing-masing pemain berusaha lebih unggul dari yang lain. Ia akan mempertontonkan kebolehan melakukan variasi atau akrobat yang dapat menimbulkan pesona.
Meskipun sudah ada sejak dulu kala, tapi permainan sepaktakraw resmi berkembang di Indonesia tahun 1970. Bermula dari kunjungan muhibah Singapura dan Malaysia yang memperkenalkan permainan sepak raga maka tidak sulit dikembangkan di Indonesia, berdasarkan instruksi Depdikbud tahun 1970, untuk mengembangkan permainan sepaktakraw, di Sulsel, Sumut, Sumbar dan Riau.
Tahun 1971 berdiri secara resmi induk organisasi olahraga dengan nama Perserasi, mempunyai empat anggota, yaitu Pengda Sumut, pengda Sumbar, Pengda Riau, dan Pengda Sulsel. Kemudian sejak itu perkembangan sepaktakraw semakin pesat. Dari empat Pengda tumbuh menjadi 14 Pengda pada tahun 1980 bertepatan dengan diselenggarakannya Kejurnas ke-3. Dua tahun kemudian, di seluruh daerah tingkat I sudah berdiri Perserasi. Tapi sayang, perkembangan pesat belum dibarengi dengan peningkatan prestasi di arena pertandingan internasinal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar